
Jakarta – Destry Damayanti resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Ia dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan pada 2 September 2026 setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.
Destry ditetapkan sebagai Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026. Masa jabatannya berlaku selama lima tahun.
Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 ini bukan sosok baru di lingkungan bank sentral. Sebelum menjadi Gubernur BI, Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada periode 2019-2026.
Pendidikan Destry Damayanti
Destry menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1989.
Sebelum masuk perguruan tinggi, Destry ternyata memiliki latar belakang sebagai atlet tenis nasional. Ia pernah mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games.
Menjelang masuk perguruan tinggi, Destry menghadapi pilihan antara meneruskan aktivitasnya sebagai atlet atau melanjutkan pendidikan. Ia akhirnya memilih kuliah.
Dalam wawancara yang dikutip detikEdu, Destry mengatakan menjadi atlet bukan pilihan yang mudah untuk dijalani.
“Saya merasakan nyaman di tenis sampai saat SMA menjelang kuliah saya berpikir apakah saya terus di dunia ini (tenis) atau tidak. Karena menjadi atlet itu susah,” ujar Destry.
Setelah lulus SMA, ia masih sempat mengikuti sejumlah turnamen tenis. Namun, sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru yang saat itu disebut Sipenmaru, Destry memutuskan untuk fokus mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi.
Ia kemudian memilih Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
“Saya pilih IPS karena suka yang kuantitatif, ya paling nggak bahasa Inggris saya nggak jelek-jelek amat waktu itu. Kalau IPA kan harus belajar lagi, akhirnya keterima di FE UI,” kata Destry.
Setelah menyelesaikan pendidikan di UI pada 1989, Destry melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat, dengan beasiswa.
Perjalanan Karier Destry
Karier Destry di bidang ekonomi kemudian berkembang melalui sejumlah posisi di sektor keuangan, pemerintahan, hingga bank sentral.
Menurut profil resmi Bank Indonesia, Destry mengawali karier sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003.
Ia kemudian menjadi peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005-2006 serta Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada 2005-2011.
Kariernya berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Pada 2014-2015, ia juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.
Selanjutnya, Destry menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019. Setelah itu, ia masuk ke Bank Indonesia dan dipercaya sebagai Deputi Gubernur Senior pada periode 2019-2026.
Dari Deputi Gubernur Senior hingga Gubernur BI
Destry pertama kali diangkat sebagai Deputi Gubernur Senior BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki jabatan tersebut untuk periode berikutnya.
Setelah Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo, mengundurkan diri pada 25 Juli 2026, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia mulai tanggal tersebut.
Presiden kemudian mengajukan Destry sebagai calon Gubernur BI. Komisi XI DPR menyetujui Destry sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031 setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan pada 26 Agustus 2026. Keputusan tersebut kemudian mendapat persetujuan Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026.
Sehari setelah keputusan tersebut, Destry resmi dilantik sebagai Gubernur BI oleh Ketua Mahkamah Agung pada 2 September 2026. Dengan demikian, perjalanan perempuan kelahiran Jakarta ini berlanjut dari seorang atlet tenis nasional, ekonom, akademisi, praktisi sektor keuangan, pejabat LPS, hingga akhirnya memimpin bank sentral Indonesia untuk periode 2026-2031.



