Loethano Novi Syukriadi Masuk Jajaran Direksi Perum Jasa Tirta I

MALANG — Perum Jasa Tirta I (PJT I) memiliki jajaran direksi baru. Loethano Novi Syukriadi dipercaya mengisi posisi Direktur Keuangan, Pengelolaan Sumber Daya, dan Manajemen Risiko.
Kabar tersebut disampaikan Perum Jasa Tirta I melalui kanal resminya. Dalam unggahan perusahaan, jajaran Dewan Pengawas, Direksi, dan karyawan PJT I menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Loethano Novi Syukriadi untuk posisi tersebut.
Penunjukan itu juga telah tercermin dalam struktur manajemen terbaru PJT I. Situs resmi perusahaan mencantumkan Loethano Novi Syukriadi, S.Psi., M.B.A. sebagai Direktur Keuangan, Pengelolaan Sumber Daya, dan Manajemen Risiko, bersama Direktur Utama Fahmi Hidayat dan Direktur Operasional Milfan Rantawi.
Loethano memiliki pengalaman panjang di bidang sumber daya manusia dan manajemen. Berdasarkan laporan tahunan Bank Muamalat, ia lahir di Jakarta pada 23 November 1970 dan memperoleh gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Indonesia pada 1998.
Namanya tercatat dalam struktur Bank Muamalat pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an. Laporan tahunan 2009 Bank Muamalat mencatat Loethano sebagai Kepala Divisi Human Resources.
Laporan tahunan Bank Muamalat 2010 juga mencatat Loethano sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi sekaligus Kepala Divisi Sumber Daya Manusia. Dokumen tersebut menyebut pada 1 Maret 2011 posisinya sebagai pimpinan Divisi SDM digantikan oleh Gatot Basuki Soeseno Sarosa.
Profil karier yang tersedia secara daring juga mencatat pengalaman Loethano di sejumlah perusahaan besar. Ia pernah menjadi HR Division Head Bank Muamalat, kemudian berkarier di Mondelez International dan Sinarmas Mining Group dalam bidang pengembangan organisasi, talenta, dan sumber daya manusia.
Tugas baru Loethano datang ketika PJT I sedang mengalami perluasan mandat yang cukup signifikan.
Pada 2026, pemerintah memperluas wilayah kerja PJT I melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2026. Dari sebelumnya mengelola lima wilayah sungai, PJT I kini mendapat amanah tambahan untuk mengelola empat wilayah sungai, yakni WS Bali-Penida, WS Pompengan-Larona, WS Saddang, dan WS Parigi-Poso. Dengan demikian, PJT I kini mengemban tugas pada sembilan wilayah sungai strategis di Indonesia.
Sembilan wilayah tersebut meliputi WS Brantas, Bengawan Solo, Jratunseluna, Serayu Bogowonto, Toba Asahan, Parigi Poso, Pompengan Larona, Saddang, dan Bali Penida.
Perluasan tersebut membuat tantangan pengelolaan perusahaan ikut meningkat. PJT I bukan hanya mengelola aspek bisnis, tetapi juga menjalankan sebagian tugas pemerintah dalam pengelolaan sumber daya air.
PJT I merupakan BUMN berbentuk Perum yang bergerak dalam pengelolaan dan pengusahaan sumber daya air. Perusahaan didirikan pada 12 Februari 1990 dan seluruh kepemilikannya berada pada Pemerintah Republik Indonesia.
Dalam menjalankan mandatnya, PJT I bertanggung jawab atas berbagai kegiatan, mulai dari operasi dan pemeliharaan prasarana sumber daya air, konservasi, pengendalian daya rusak air, pemantauan kualitas dan kuantitas air, hingga pelayanan kepada pengguna air.
PJT I juga memiliki peran dalam penyediaan air baku untuk kebutuhan energi listrik. Perusahaan melayani kebutuhan air permukaan bagi sejumlah PLTA dan PLTM di wilayah kerja yang dikelolanya.



