SIG Manfaatkan 400 Ton Sekam Padi, Kurangi Batu Bara

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memanfaatkan hingga 400 ton sekam padi per hari sebagai bahan bakar alternatif di Pabrik Tuban, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan emisi dalam proses produksi semen.
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan, pemanfaatan biomassa merupakan bagian dari Sustainability Roadmap SIG 2030 untuk mendukung pengembangan industri hijau dan target emisi nol bersih.
Selain sekam padi, SIG menggunakan sejumlah limbah pertanian lainnya, seperti serbuk sabut kelapa, bonggol jagung, serbuk gergaji, dan ampas tebu.
Kebutuhan sekam padi dipasok oleh petani dan 10 perusahaan penggilingan padi dari Tuban, Lamongan, Bojonegoro, hingga Rembang. Pemanfaatan limbah pertanian tersebut sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Salah satu pemasoknya, PT Pionir Nusantara Sukses, mengirimkan sekitar 2.500 hingga 3.000 ton sekam padi setiap bulan. Sejak awal 2025 hingga September 2026, total pasokannya mencapai sekitar 20.000 ton.
Direktur PT Pionir Nusantara Sukses Irsan Yanuardi mengatakan, usaha pengumpulan sekam padi menunjukkan kecenderungan peningkatan pendapatan, meskipun masih dipengaruhi kondisi cuaca dan ketersediaan bahan baku.
Sementara itu, sepanjang 2025, SIG mencatat penggunaan bahan bakar alternatif berupa refuse-derived fuel (RDF) mencapai 681.000 ton, meningkat 24 persen. Pemanfaatan tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467.000 ton.
Penggunaan biomassa dan bahan bakar alternatif menjadi bagian dari upaya SIG meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon dalam industri semen.



