BUMN

Ini Kabar Merger BUMN Karya, PT PP–Adhi Karya Dikebut Tahun Ini

JAKARTA — Rencana konsolidasi perusahaan konstruksi pelat merah kembali bergerak. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyatakan merger sejumlah BUMN Karya akan diprioritaskan, dengan penggabungan PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjadi salah satu yang dikebut tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan proses merger PTPP dan ADHI ditargetkan dapat dilakukan pada 2026. Setelah itu, konsolidasi akan dilanjutkan terhadap PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

Empat perusahaan tersebut dinilai lebih memungkinkan untuk dikonsolidasikan lebih dahulu dibandingkan sejumlah BUMN Karya lainnya, seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Hutama Karya (Persero).

Rencana penggabungan PTPP dan ADHI sendiri sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Namun, proses tersebut masih membutuhkan penyelesaian restrukturisasi, kajian dan uji tuntas, serta pemenuhan persetujuan korporasi dan regulator.

Sementara itu, WIKA dan Waskita masih berada dalam proses restrukturisasi. Danantara menyatakan merger kedua perusahaan tersebut akan menyusul setelah proses penyehatan dan restrukturisasi selesai.

Konsolidasi ini merupakan bagian dari penataan kembali industri BUMN Karya yang selama ini terdiri atas sejumlah perusahaan dengan bisnis yang memiliki irisan. Danantara sebelumnya menjelaskan bahwa restrukturisasi diperlukan sebelum penggabungan dilakukan, termasuk untuk menangani persoalan keuangan dan utang masing-masing perusahaan.

Dengan skema tersebut, proses merger BUMN Karya tidak dilakukan sekaligus. PT PP dan Adhi Karya menjadi tahap yang diprioritaskan, disusul Brantas Abipraya dan Nindya Karya, sementara WIKA dan Waskita masih menjalani restrukturisasi sebelum masuk tahap merger.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button