BUMN

Angkasa Pura Ungkap Alasan Lepas Kelola Bandara Dhoho Kediri

JAKARTA — PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports mengungkap alasan tidak lagi mengelola Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur. Pengelolaan bandara tersebut resmi beralih sepenuhnya kepada PT Surya Dhoho Investama (SDhI) mulai 1 Oktober 2026.

Direktur Operasi InJourney Airports Agus Haryadi mengatakan keputusan tersebut bukan disebabkan adanya wanprestasi ataupun pelanggaran terhadap perjanjian kerja sama. Pengakhiran kerja sama justru merupakan permintaan dari pihak SDhI.

“Jadi dari sisi kami sebenarnya bukan karena tidak terpenuhi isi perjanjian. Tapi ini permintaan dari mereka sendiri,” ujar Agus dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan, seperti dikutip dari Bisnis.

Menurut Agus, salah satu pertimbangan dalam kondisi Bandara Dhoho adalah tingkat trafik penerbangan yang belum maksimal. Kondisi tersebut terjadi ketika industri penerbangan nasional juga menghadapi tekanan dari berbagai faktor eksternal.

Salah satunya adalah situasi geopolitik global yang turut mendorong kenaikan harga avtur. Biaya avtur disebut menjadi salah satu komponen penting dalam struktur biaya penerbangan.

Meski demikian, Agus menegaskan berakhirnya kerja sama tidak berarti Bandara Dhoho ditutup. Operasional bandara tetap berjalan dengan pengelola baru.

Kementerian Perhubungan sebelumnya memastikan Bandara Dhoho tetap menjadi bagian dari sistem transportasi udara nasional. Pengelolaan bandara ditetapkan kepada SDhI melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP-DJPU 216 Tahun 2026.

Perjanjian pengakhiran KSO antara Angkasa Pura Indonesia dan SDhI sendiri telah ditandatangani pada 31 Agustus 2026. Proses tersebut mencakup penyelesaian hak dan kewajiban para pihak, masa transisi, penyerahan dokumen serta aset, dan peralihan tanggung jawab operasional.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button