News

BEI Bidik Kapitalisasi Pasar Modal RI Tembus Rp30 Ribu T Dalam 4 Tahun

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia terus meningkat hingga mencapai Rp30.000 triliun dalam empat tahun.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut target tersebut sejalan dengan upaya menjadikan pasar modal Indonesia sebagai salah satu pasar terbesar di dunia.

Menurut Jeffrey, peluang pasar modal Indonesia untuk berkembang menjadi pasar berkelas global masih sangat terbuka. Namun, ia mengakui pengembangannya masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi kondisi perekonomian.

Saat ini, kapitalisasi pasar saham Indonesia sekitar Rp11 ribu triliun atau peringkat ke-20 dunia. Sementara transaksi harian mencapai Rp22,3 triliun, menempatkan Indonesia di posisi ke-18 secara global.

“Kami di Bursa Efek Indonesia sudah mencanangkan 4 tahun ke depan nilai kapitalisasi kita akan mencapai Rp30 ribu triliun. Nilai transaksi harian kita akan paling tidak Rp35 triliun per hari. Jumlah investor kita juga akan lebih dari 35 juta. Kapitalisasi pasar kita itu paling tidak setara dengan 83 persen dari GDP kita,” ujar Jeffrey dalam acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (11/8), dikutip CNN Indonesia.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia menilai penguatan kembali kepercayaan investor menjadi faktor utama. Upaya tersebut terus dilakukan BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah Self-Regulatory Organizations (SRO) lainnya.

Jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga kini, total investor telah mencapai 30,2 juta, bertambah 9,9 juta investor baru dalam waktu kurang dari delapan bulan terakhir.

Selain memperkuat partisipasi investor domestik, BEI juga berupaya menarik kembali minat investor asing. Dalam enam bulan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar modal Indonesia tercatat telah melampaui Rp70 triliun.

“Kita harapkan tidak hanya bertahan tetapi investor asing yang 6 bulan ini sudah outflow lebih dari Rp70 triliun, kita harapkan akan kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar,” tuturnya.

Jeffrey mengatakan BEI terus berkoordinasi dengan sejumlah penyedia indeks global untuk memastikan proses pembenahan pasar modal Indonesia berjalan sesuai arah yang diharapkan. Ia juga berharap semakin banyak perusahaan Indonesia yang tercatat di bursa dapat masuk dalam daftar konstituen indeks global.

Meski begitu, Jeffrey menilai pencapaian target tersebut tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan pentingnya menjaga transparansi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memastikan integritas pasar tetap terjaga.

“Transparansi, tata kelola, dan integritas pasar itu tentu harus kita jaga dan kita lakukan bersama-sama. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, tentu kami mohon dukungan dari Bapak Ibu agar kita bisa bersama-sama mencapai itu semua,” kata Jeffrey.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button