BUMN

Telkom Pangkas 34 Entitas, Ada Apa di Balik Transformasi Besar BUMN?

JAKARTA — PT Telkom Indonesia memangkas 34 entitas dari total 67 entitas usaha yang dikelolanya sebagai bagian dari proses transformasi BUMN. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan transformasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan perusahaan dapat bergerak lebih cepat, bekerja lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar.

“Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA, Jumat (7/8/2026).

Dari 67 entitas yang dikelola Telkom, sebanyak 58 merupakan anak perusahaan dan 9 lainnya merupakan investasi minoritas. Dalam program streamlining, sebanyak 34 entitas dipangkas.

Dony turut menghadiri pembahasan bersama jajaran Telkom Indonesia terkait proses transformasi tersebut. Pembahasan mencakup implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan sinergi bisnis, dan menciptakan nilai dalam jangka panjang.

Transformasi Telkom merupakan bagian dari upaya BP BUMN bersama Danantara untuk mendorong Telkom menjadi perusahaan digital nasional yang lebih adaptif dan memiliki daya saing global.

Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan.

Selain penyederhanaan organisasi, penguatan leadership pipeline menjadi salah satu fokus transformasi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan Telkom memiliki talenta kepemimpinan yang siap menghadapi dinamika industri digital.

Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, serta portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan dapat mempercepat inovasi dan memperkuat kontribusinya terhadap transformasi digital Indonesia.

Sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, antara lain konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group.

Program tersebut merupakan bagian dari transformasi Telkom menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.

Melalui transformasi tersebut, BP BUMN bersama Danantara mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset, serta konsolidasi ekosistem digital nasional agar BUMN semakin agile, sehat, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia ke depan.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button