BUMN

Laba Bukit Asam Melonjak 218% Jadi Rp2,64 Triliun

JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat lonjakan laba bersih pada semester I 2026. Emiten tambang batu bara tersebut membukukan laba Rp2,64 triliun hingga Juni 2026, meningkat 218% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp833,04 miliar.

Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan PTBA, pendapatan sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai Rp22,02 triliun, naik 7,7% dari sekitar Rp20,45 triliun pada semester I 2025.

Penjualan batu bara masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan. Dari total pendapatan tersebut, sekitar Rp12,3 triliun berasal dari transaksi dengan pelanggan pihak ketiga.

Sementara itu, penjualan kepada pihak berelasi menyumbang sekitar Rp9,36 triliun. Salah satu transaksi terbesar dalam kelompok tersebut berasal dari penjualan batu bara kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN yang nilainya mencapai sekitar Rp6,88 triliun.

Dengan pertumbuhan laba yang jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan, PTBA berhasil memperkuat kinerja keuangannya pada paruh pertama tahun ini.

Laba bersih perseroan pada semester I 2026 tercatat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan kontribusi kuat bisnis penjualan batu bara terhadap kinerja PTBA hingga pertengahan 2026. Perseroan masih mengandalkan penjualan batu bara sebagai sumber utama pendapatan, baik melalui transaksi dengan pihak ketiga maupun pihak berelasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button