BUMN

Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

 

 

Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan laba bersih sebesar Rp305,3 miliar pada Semester I-2026. Raihan itu anjlok drastis 73,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1,17 triliun.

 

Padahal dari sisi operasi, pendapatan satu-satunya perusahaan kereta api di Indonesia ini, naik 6,66% secara tahunan menjadi Rp17,95 triliun di semester I.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan pada Kamis (30/7/2026) mayoritas pendapatan KAI berasal dari angkutan penumpang, yang menyumbang Rp7,11 triliun atau 39,6% terhadap total pendapatan.

 

Berikutnya pendapatan dari angkutan barang mencapai Rp5,68 triliun atau 31,67%, pendukung angkutan kereta api Rp674 miliar atau 3,75%, pendapatan non-angkutan Rp1,03 triliun atau 5,79%, dan kompensasi dari pemerintah Rp3,44 triliun atau 19,19%.

 

Namun sejumlah beban yang ditanggung KAI mengalami kenaikan pada semester I 2026. Beberapa di antaranya termasuk kenaikan beban pokok pendapatan 0,41% menjadi Rp11,16 triliun, beban usaha naik 5,91% menjadi Rp2,12 triliun, dan beban keuangan naik 10,48% menjadi Rp1,38 triliun.

 

Terbesar, KAI mencatat lonjakan kerugian entitas asosiasi dan ventura bersama sebesar Rp2,99 triliun di semester I. Kerugian ini naik 215,9% secara tahunan atau dari Rp948 miliar pada semester yang sama tahun lalu.

 

Hingga akhir Juni 2026, KAI memiliki total aset sebanyak Rp104,79 triliun. Namun kas dan setara kas tercatat sebesar Rp4,85 triliun atau hanya 4,63% dari total aset.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button