
Jakarta – Sejumlah bank besar di Indonesia mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Lima bank dengan perolehan laba bersih terbesar berhasil membukukan total laba lebih dari Rp106 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berada di posisi teratas dengan laba bersih sekitar Rp31,2 triliun. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan laba Rp30,4 triliun, kemudian PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sebesar Rp29,5 triliun.
Dua bank lainnya yang masuk dalam daftar adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) dengan laba Rp10,8 triliun dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebesar Rp4,16 triliun.
Kinerja tersebut menunjukkan masih kuatnya bisnis perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi dan tekanan biaya dana. Pertumbuhan kredit, penguatan dana murah, pendapatan berbasis komisi, serta perbaikan kualitas aset menjadi sejumlah faktor yang menopang kinerja bank-bank tersebut.
1. BRI
BRI menjadi bank dengan laba bersih terbesar pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba Rp31,2 triliun, naik 17,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan peningkatan penyaluran kredit. Hingga Juni 2026, kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 16,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.646 triliun. Segmen UMKM masih menjadi salah satu penopang utama bisnis perseroan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari perkembangan bisnis sekaligus penguatan fundamental perseroan.
“Pada akhirnya, kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut menghasilkan laba bersih BRI Rp 31,2 triliun tumbuh sebesar 17,5 persen secara year-on-year,” kata Hery dalam konferensi pers paparan kinerja kuartal II 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Total aset BRI hingga semester I 2026 mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen secara tahunan.
2. Bank Mandiri
Bank Mandiri berada di posisi kedua dengan laba bersih Rp30,4 triliun. Perolehan tersebut tumbuh sekitar 24,4 persen secara tahunan.
Pertumbuhan bisnis Mandiri ditopang ekspansi kredit yang mencapai Rp1.592 triliun hingga Juni 2026, atau tumbuh 19,9 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga juga meningkat 17,1 persen.
Selain pertumbuhan kredit, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) turut menjadi salah satu penopang kinerja perseroan. NII Bank Mandiri tumbuh sekitar 8 persen.
Dengan perolehan laba yang hanya terpaut sekitar Rp800 miliar dari BRI, Bank Mandiri menjadi pesaing terdekat dalam daftar bank dengan laba terbesar pada semester I 2026.
3. BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menempati posisi ketiga dengan laba bersih konsolidasian sekitar Rp29,5 triliun. Laba tersebut tumbuh 1,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja BCA antara lain ditopang pertumbuhan kredit dan penguatan dana murah atau current account saving account (CASA).
Hingga semester I 2026, total kredit BCA mencapai Rp1.036 triliun atau tumbuh 8 persen secara tahunan. Sementara dana pihak ketiga meningkat 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun.
CASA BCA juga tumbuh 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun dan menyumbang sekitar 84,3 persen dari total dana pihak ketiga perseroan.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan disiplin dalam pengelolaan biaya, kredit, serta pertumbuhan CASA menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan laba.
“Di BCA sendiri kita terus disiplin mengenai biaya, juga kredit. Kita juga disiplin, pertumbuhan CASA tentunya juga akan banyak membantu pertumbuhan laba bersih kita,” ujar Hendra dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7/2026).
4. BNI
BNI berada di posisi keempat dengan laba bersih Rp10,8 triliun pada semester I 2026. Laba tersebut tumbuh sekitar 6,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja BNI. Penyaluran kredit perseroan tumbuh 24,4 persen menjadi Rp968,5 triliun.
Ekspansi tersebut mencakup sejumlah segmen, mulai dari korporasi, menengah, UMKM hingga konsumer. Pendapatan bunga bersih BNI juga tumbuh 14,2 persen menjadi Rp22,3 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan perseroan terus mengarahkan sumber daya ke sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat.
“Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen,” ujar Putrama.
5. BSI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melengkapi daftar lima bank dengan laba terbesar. BSI membukukan laba bersih sekitar Rp4,16 triliun pada semester I 2026, tumbuh 11,08 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan pembiayaan, dana pihak ketiga, serta pendapatan berbasis komisi. Bisnis emas juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan BSI.
Pembiayaan emas yang masih berjalan atau outstanding mencapai sekitar Rp30,5 triliun, tumbuh 80,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah nasabah bisnis emas BSI juga telah menembus lebih dari 1,2 juta.
Dengan demikian, lima bank tersebut mencatatkan total laba lebih dari Rp106 triliun sepanjang semester I 2026. BRI menjadi bank dengan laba terbesar, disusul Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BSI.



