Nasabah BSI di Aceh Setara 76 Persen Jumlah Penduduk Aceh

Banda Aceh – Jumlah nasabah PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh mencapai 4,3 juta hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 31,7 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi menarik jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Aceh. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, jumlah penduduk Aceh tercatat sekitar 5,631 juta jiwa. Dengan demikian, jumlah nasabah BSI secara nominal setara sekitar 76,4 persen dari total populasi Aceh.
Namun, perbandingan tersebut tidak bisa dimaknai bahwa 76,4 persen penduduk Aceh merupakan nasabah BSI. Jumlah nasabah merupakan jumlah rekening atau relasi nasabah yang tercatat di bank dan tidak selalu menggambarkan jumlah individu unik. Satu orang dapat memiliki lebih dari satu rekening atau produk perbankan.
Meski demikian, besarnya angka tersebut menunjukkan kuatnya penetrasi BSI di Aceh, terutama di tengah karakteristik Aceh sebagai daerah yang menerapkan keistimewaan dalam penyelenggaraan kehidupan masyarakat berdasarkan syariat Islam.
Regional CEO BSI Aceh Imsak Ramadhan mengatakan pertumbuhan jumlah nasabah turut didukung penguatan teknologi dan kapasitas digital, termasuk optimalisasi teknologi informasi serta perluasan layanan e-channel BSI.
“Capaian ini didukung oleh kinerja positif dan turut ditopang dari penguatan pondasi teknologi dan kapasitas digital salah satunya optimalisasi IT dan perluasan layanan e-channel BSI yang menjangkau masyarakat,” kata Imsak di Banda Aceh, Jumat (4/9/2026).
Menurut dia, preferensi masyarakat terhadap perbankan syariah juga semakin kuat sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis BSI di Aceh.
Untuk memperluas akses layanan, BSI saat ini memiliki lebih dari 138 outlet di Aceh. Selain itu, terdapat 20.822 BSI Agen dan lebih dari 56.567 merchant QRIS.
Dari sisi intermediasi, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh mencapai Rp22,3 triliun. Sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp26,1 triliun.
BSI juga mencatat lebih dari 422 ribu nasabah Tabungan Haji di Aceh. Posisi tersebut memperkuat peran BSI sebagai penyedia layanan perbankan untuk kebutuhan haji dan umrah.
Di sektor emas, BSI Regional Aceh mengelola 106 kilogram emas sebagai bagian dari bisnis bullion. Jumlah tersebut meningkat 246 persen secara tahunan. Bisnis cicil emas dan gadai emas juga tumbuh 50,51 persen secara tahunan.
Secara nasional, hingga Juni 2026 BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun atau meningkat 11 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga tumbuh 22 persen menjadi Rp393 triliun, sedangkan total aset mencapai Rp464,5 triliun.
Pertumbuhan jumlah nasabah BSI di Aceh memperlihatkan besarnya pasar perbankan syariah di provinsi tersebut. Dengan populasi sekitar 5,63 juta jiwa, Aceh menjadi salah satu wilayah yang memiliki basis pasar syariah yang sangat kuat.
Meski angka 4,3 juta nasabah tidak dapat disamakan dengan 4,3 juta orang, skalanya tetap menunjukkan bahwa layanan BSI telah menjangkau bagian yang sangat besar dari ekosistem ekonomi masyarakat Aceh.



