Arief Prasetyo Handoyo Dikukuhkan Jadi Dirut Pertamina EP

JAKARTA — Arief Prasetyo Handoyo dikukuhkan sebagai Direktur Utama PT Pertamina EP. Pengangkatan tersebut diketahui dari unggahan akun UGM Alumni yang memberikan ucapan selamat kepada Arief atas jabatan barunya di salah satu perusahaan utama di sektor hulu minyak dan gas bumi tersebut.
Arief merupakan alumnus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada angkatan 1992. Arsip alumni Teknik Geologi UGM mencatat Arief Prasetyo Handoyo sebagai mahasiswa angkatan 1992.
Pengangkatan ini juga menandai kembalinya Arief ke lingkungan Pertamina EP setelah sebelumnya menjalani perjalanan karier yang cukup panjang di sektor hulu migas Pertamina.
Berdasarkan profil dalam laporan tahunan PT Elnusa Tbk, Arief pernah menduduki sejumlah posisi di PT Pertamina EP, antara lain Senior Manager Asset 1 Exploitation pada 2019–2021. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Manager Prabumulih & Limau Exploitation serta menempati sejumlah posisi teknis di perusahaan tersebut.
Setelah dari Pertamina EP, Arief melanjutkan karier di PT Pertamina Hulu Indonesia. Pada periode 2021–2023, ia tercatat sebagai VP Development & Drilling. Dalam posisi tersebut, Arief terlibat dalam pengembangan kegiatan pengeboran dan peningkatan produksi migas di wilayah operasi Pertamina.
Salah satu kegiatan yang melibatkan Arief adalah pengeboran sumur B2102 di Bunyu Field, Kalimantan Utara, pada akhir 2021. Saat itu, ia tercatat sebagai VP Development and Drilling PHI dan hadir dalam kegiatan tajak sumur tersebut bersama jajaran manajemen Pertamina Hulu Indonesia dan Pertamina EP.
Karier Arief kemudian berlanjut ke PT Elnusa Tbk. Pada 17 Januari 2024, ia diangkat sebagai Direktur Pengembangan Usaha Elnusa. Jabatan tersebut tetap tercatat dalam struktur perusahaan hingga 2026.
Dalam kapasitasnya sebagai Direktur Pengembangan Usaha Elnusa, Arief juga aktif berbicara mengenai prospek investasi dan pengembangan bisnis jasa hulu migas. Pada Juni 2026, ia menyatakan investasi strategis Elnusa diarahkan untuk memperkuat bisnis hulu migas hingga 2026.
Kini, pengalaman panjang tersebut membawanya kembali ke Pertamina EP, kali ini dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar sebagai Direktur Utama.
Penunjukan Arief menjadi menarik karena rekam jejaknya relatif konsisten berada di sektor hulu migas. Ia memiliki pengalaman di lapangan, pengembangan dan pengeboran, hingga pengembangan bisnis korporasi.
Dengan latar belakang tersebut, tantangan Arief di Pertamina EP tidak hanya berkaitan dengan menjaga produksi migas, tetapi juga bagaimana meningkatkan efisiensi operasi, mempercepat pengembangan lapangan, serta memastikan kontribusi Pertamina EP terhadap target produksi migas nasional.
Sementara itu, detail mengenai tanggal efektif pengangkatan dan dasar keputusan korporasi yang menetapkan Arief sebagai Direktur Utama Pertamina EP belum ditemukan dalam keterbukaan resmi. Informasi pengangkatannya saat ini terkonfirmasi melalui unggahan UGM Alumni yang menyampaikan ucapan selamat atas jabatan tersebut.



