BUMN

Edy Januari Utama Jadi Dirut Kilang Pertamina Balikpapan, Ini Rekam Jejaknya

JAKARTA — Edy Januari Utama diangkat sebagai Direktur Utama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Ia bukan nama baru dalam bisnis pengolahan dan pemurnian minyak Pertamina. Ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI).

Sebelum disebut mendapat posisi baru di KPB, Edy tercatat sebagai General Manager PT KPI Refinery Unit IV Cilacap. ANTARA mencatat Edy memimpin Kilang Cilacap dalam sejumlah kegiatan strategis, termasuk ekspor perdana Marine Fuel Oil Low Sulphur (MFOLS) ke Singapura pada Mei 2024. Dalam kegiatan tersebut, Edy memimpin proses lifting perdana produk tersebut dari Kilang Cilacap.

Lulusan Tehnik Kimia Universitas Diponogoro tahun 1991 ini juga terlibat dalam pengembangan aspek transisi energi di Kilang Cilacap. Ia menjadi bagian dari manajemen yang meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 0,99 MWp di lingkungan Kilang Cilacap. PLTS tersebut dibangun melalui sinergi PT KPI dan Pertamina New & Renewable Energy.

Pengalaman Edy di lingkungan kilang Pertamina sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum memimpin Kilang Cilacap. Pada 2021, ia tercatat sebagai General Manager PT KPI Refinery Unit III Plaju. Saat itu, Edy memastikan operasional Kilang Plaju tetap berjalan optimal dan mampu mendukung pasokan BBM serta LPG selama periode Natal dan Tahun Baru.

Ia juga pernah dipercaya sebagai pejabat yang terlibat dalam pengembangan proyek kilang Balikpapan. Dokumen pemberitaan mengenai proyek RDMP Balikpapan pada 2016 mencatat Edy Januari sebagai Manager Engineering & Development RU V ketika tahapan Front End Engineering Design (FEED) proyek tersebut berlangsung.

Edy akan kembali ke lingkungan Kilang Balikpapan dengan pengalaman yang cukup panjang di sektor pengolahan migas.

Rekam jejaknya mencakup berbagai fungsi di bisnis kilang, mulai dari engineering dan pengembangan proyek hingga memimpin operasional unit kilang di Plaju dan Cilacap.

Pengalaman tersebut juga tercermin dalam berbagai proyek yang pernah dipimpinnya. Saat menjabat GM Kilang Cilacap, misalnya, Edy terlibat dalam pengembangan produk bahan bakar rendah sulfur untuk pasar ekspor. Kilang Cilacap pada Mei 2024 melakukan ekspor perdana MFOLS ke Singapura sebanyak 200 metric barrel.

KPB sendiri memiliki posisi strategis dalam agenda ketahanan energi nasional. Perusahaan menjadi bagian dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, salah satu Proyek Strategis Nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pengolahan minyak sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

Pada Januari 2026, proyek RDMP Balikpapan diresmikan dan disebut mampu meningkatkan produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 hingga sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun. Proyek tersebut juga diarahkan untuk menghasilkan BBM dengan kualitas lebih tinggi, termasuk standar Euro 5.

Namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari PT Kilang Pertamina Balikpapan sial pengangkatan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button