Budi Susanto Jadi Dirut Baru SMF, Gantikan Ananta Wiyogo

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF memiliki Direktur Utama baru. Budi Susanto ditunjuk sebagai Direktur Utama SMF menggantikan Ananta Wiyogo yang telah memimpin perusahaan selama sekitar satu dekade.
Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi SMF. Dalam unggahan itu, SMF menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Budi Susanto sebagai Direktur Utama PT SMF (Persero), sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Ananta Wiyogo atas kepemimpinan dan dedikasinya selama 10 tahun.
Pergantian tersebut menandai berakhirnya periode panjang Ananta di pucuk pimpinan SMF. Ananta pertama kali ditunjuk sebagai Direktur Utama SMF pada Agustus 2016. Pada 2021, ia kembali dipercaya memimpin perusahaan untuk periode lima tahun berikutnya. Pengangkatan kembali itu dituangkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 290/KMK.06/2021.
Selama masa kepemimpinannya, SMF memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas dalam ekosistem pembiayaan perumahan sekaligus sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.
Hingga Juni 2026, Ananta melaporkan akumulasi penyaluran pembiayaan SMF sejak perusahaan berdiri pada 2005 telah mencapai Rp141,61 triliun. Khusus semester I 2026, penyaluran pembiayaan mencapai Rp14,09 triliun.
Dari sisi kinerja, SMF juga membukukan laba bersih Rp391 miliar pada semester I 2026, tumbuh 33,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total aset perusahaan mencapai Rp68,29 triliun, naik 21,79 persen secara tahunan.
Budi Susanto bukan nama baru di lingkungan BUMN
Budi Susanto sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), perusahaan yang berada dalam holding BUMN Danareksa.
Profil resmi KBI mencatat Budi menjabat sebagai Direktur Utama sejak 2024. Sebelumnya, ia merupakan Direktur KBI pada 2022-2023. Ia juga pernah menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Wijayakusuma serta menduduki sejumlah posisi di PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.
Budi merupakan lulusan S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia serta meraih gelar S2 Pasar Modal dari fakultas yang sama.
Penunjukan Budi ke SMF menarik perhatian karena latar belakangnya cukup dekat dengan sektor keuangan dan pasar modal. Pengalaman tersebut relevan dengan karakter bisnis SMF yang tidak hanya menyalurkan pembiayaan perumahan, tetapi juga menjalankan fungsi sekuritisasi aset dan menghimpun pendanaan melalui instrumen pasar keuangan.
Tantangan Budi ke depan juga tidak ringan. SMF pada semester II 2026 menyiapkan strategi untuk memperkuat likuiditas pembiayaan KPR FLPP, mengembangkan skema pendanaan kreatif, serta memperdalam pasar sekuritisasi aset perumahan.
Dalam konteks program perumahan pemerintah, SMF juga memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan FLPP. Pada Juli 2026, SMF bersama BP Tapera dan Asbanda memperkuat kerja sama penyaluran pembiayaan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah.



