BUMN Tekstil Tak Kunjung Jadi, Danantara: Kita Bikin Perusahaan Baru
JAKARTA — Rencana pembentukan BUMN yang akan menjadi pemimpin industri tekstil belum juga terealisasi hingga September 2026. Pemerintah sebelumnya telah mewacanakan pembentukan perusahaan pelat merah tersebut sejak Januari 2026.
Dalam rapat terbatas mengenai pengembangan industri tekstil yang kembali digelar pada Selasa (22/9/2026), belum ada perkembangan berarti terkait pembentukan BUMN tekstil tersebut.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani mengatakan Danantara justru akan membentuk perusahaan baru yang nantinya dapat berperan sebagai induk untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan tekstil yang telah ada.
“Kita akan bikin perusahaan baru memang. Akan bikin perusahaan baru bisa untuk mengembangkan di perusahaan-perusahaan yang sudah ada kita lihat dan kita bisa ber-partner dengan existing perusahaan tekstil yang sudah ada,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari detikcom. Selasa (22/9/2026).
Rosan mengatakan perusahaan baru tersebut juga akan dikembangkan bersama perusahaan tekstil yang sudah beroperasi. Pemerintah membuka peluang untuk menjadikan perusahaan-perusahaan tekstil yang ada sebagai mitra.
Selain itu, pemerintah berencana menginisiasi kawasan khusus yang terintegrasi untuk industri tekstil.
“Tapi untuk yang terintegrasi, itu kita akan menginisiasi, yang terintegrasi di dalam satu kawasan,” kata Rosan.
Danantara juga akan melihat perusahaan tekstil yang sudah ada dan dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. Fokus pengembangan antara lain menyangkut teknologi dan peremajaan mesin.
“Kita juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu,” ujar Rosan.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan target waktu pembentukan BUMN tekstil tersebut.
“Belum,” kata Rosan ketika ditanya mengenai target pembentukannya.
Dengan demikian, arah terbaru yang disampaikan Danantara adalah membentuk perusahaan baru untuk memimpin pengembangan industri tekstil, sekaligus membuka kerja sama dengan perusahaan tekstil yang telah ada.



