Krakatau Steel Rombak Manajemen, ini Susunan Terbarunya

Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) merombak susunan manajemen perusahaan. Pemegang saham menunjuk Willgo Zainar sebagai Direktur Utama menggantikan Muhammad Akbar Djohan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin (7/9/2026).
Perubahan manajemen tidak hanya terjadi pada posisi direktur utama. Pemegang saham juga mengganti Daniel Fitzgerald Liman dari jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Posisi tersebut kini ditempati Thomas Christian.
Di jajaran komisaris, pemegang saham mengangkat Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen.
Dengan perubahan tersebut, susunan Direksi Krakatau Steel kini terdiri dari Willgo Zainar sebagai Direktur Utama, Sidik Darusulistyo sebagai Direktur Infrastruktur dan Operasi, Thomas Christian sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Hernowo sebagai Direktur Komersial, Pengembangan Usaha dan Portofolio, serta Suryantoro Waluyo sebagai Direktur Sumber Daya Manusia.
Sementara itu, jajaran komisaris terdiri dari Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, David Pajung dan Didik Hariyanto sebagai Komisaris Independen, serta Setia Diarta dan Adityo Haryo Bimo sebagai Komisaris.
Willgo bukan nama baru di lingkungan Krakatau Steel. Sebelum ditunjuk sebagai direktur utama, dia menjabat sebagai Komisaris Independen Krakatau Steel sejak 16 Desember 2024.
Willgo juga memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis di BUMN. Dia pernah menjabat Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia pada periode 2021-2024 dan kemudian dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama perusahaan tersebut pada 2024.
Selain berkiprah di BUMN, Willgo pernah menjadi Anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dan sempat menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB).
Di tengah perombakan tersebut, Krakatau Steel sebelumnya mencatat sejumlah perbaikan kinerja. Pada semester I 2026, volume penjualan baja perseroan mencapai 614,26 ribu ton, meningkat 30,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga membukukan pendapatan sebesar 622,7 juta dolar AS atau sekitar Rp11,15 triliun. Dari sisi operasional, laba bruto tercatat 67,9 juta dolar AS, atau meningkat dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan sejumlah pos non-operasional, termasuk dampak penyelesaian kewajiban utang, divestasi entitas asosiasi, beban keuangan dan selisih kurs, Krakatau Steel mencatat laba periode berjalan sebesar 10,9 juta dolar AS.



