Telkom Siapkan Dividen hingga 90% Laba Bersih Tahun 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka peluang membagikan dividen dengan rasio hingga 90% dari laba bersih tahun buku 2026. Kebijakan tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan investasi perseroan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Arthur Angelo Syailendra mengatakan kisaran dividend payout ratio (DPR) yang diproyeksikan berada di level 60%-90% dari laba bersih. Namun, keputusan final mengenai pembagian dividen tetap harus mendapat persetujuan RUPS.
Menurut Arthur, Telkom tidak hanya mempertimbangkan besarnya laba dalam menentukan dividen. Perseroan juga harus menjaga keseimbangan antara peningkatan dividen per saham dengan kebutuhan ekspansi dan investasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Selain itu, kondisi pasar, kinerja perusahaan, serta aspirasi pemegang saham turut menjadi pertimbangan dalam menentukan besaran dividen yang akan dibagikan.
Hingga semester I 2026, Telkom mencatat pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% secara tahunan. EBITDA meningkat 3,8% menjadi Rp37,5 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp10,6 triliun atau naik 1,4%.
Sebagai gambaran, Telkom pada tahun buku 2025 membagikan dividen Rp21,99 triliun atau Rp223,17 per saham. Nilai tersebut setara dengan payout ratio 123,5%, yang sebagian pembayarannya berasal dari laba ditahan.
Dengan proyeksi DPR 60%-90% untuk 2026, Telkom tetap menempatkan kebijakan dividen sebagai bagian dari upaya memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, tanpa mengurangi ruang pendanaan untuk ekspansi dan investasi.



