BUMN

Kas PTPP Menyusut, Utang Bank Melonjak Meski Laba Bersih Naik

Jakarta – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan kenaikan laba bersih pada semester I 2026. Namun, di balik pertumbuhan laba tersebut, kondisi arus kas dan utang perseroan menjadi sorotan setelah kas perusahaan menyusut tajam dan pinjaman bank jangka pendek meningkat signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, saldo kas dan setara kas PTPP turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, perseroan meningkatkan penarikan utang bank jangka pendek untuk menopang kebutuhan likuiditas.

Bloomberg Technoz melaporkan, utang bank jangka pendek PTPP dari pihak berelasi mencapai Rp4,49 triliun, naik hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, perseroan juga memiliki utang jangka pendek dari pihak ketiga sebesar Rp652,38 miliar.

Pinjaman tersebut berasal dari sejumlah bank BUMN, yakni Bank Mandiri, BRI, BSI, dan BNI, dengan porsi terbesar berasal dari Bank Mandiri sebesar Rp3,09 triliun, disusul BRI Rp1,09 triliun.

Sementara itu, kenaikan laba PTPP belum diikuti perbaikan kualitas arus kas. Sehingga memunculkan perhatian terhadap kondisi likuiditas perseroan.

Meski demikian, PTPP masih membukukan pertumbuhan laba bersih pada semester I 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan serta kontribusi dari sejumlah lini usaha. Namun, meningkatnya kebutuhan modal kerja membuat perusahaan memperbesar pembiayaan melalui fasilitas pinjaman bank jangka pendek.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button