NewsWorld

Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Langsung Tetapkan Darurat Nasional

Jakarta – Presiden baru Peru, Keiko Fujimori, langsung menetapkan status darurat nasional dan mengerahkan militer usai resmi dilantik.

Dalam pelantikan di Lima, Selasa waktu setempat, Fujimori menetapkan status darurat dan mengerahkan militer untuk memimpin sementara operasi keamanan di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi hingga situasi kembali kondusif.

Dalam pidato perdananya sebagai presiden, Fujimori menggambarkan kondisi Peru saat ini sebagai “katastrofik”. Meski demikian, ia menegaskan negaranya memiliki potensi yang besar untuk pulih dan berkembang.

“Selama keadaan darurat, angkatan bersenjata akan mengambil alih sementara kepemimpinan dalam operasi keamanan,” ujarnya dikutip dari Reuters dan BBC, Kamis (30/7/2026).

Fujimori mengalahkan kandidat kiri Roberto Sánchez dalam putaran kedua pemilu yang berlangsung ketat pada Juni lalu. Kemenangan itu menjadi keberhasilannya merebut kursi kepresidenan setelah tiga kali gagal dalam pencalonan sebelumnya.

Pemberantasan kejahatan menjadi agenda utama pemerintahannya. Untuk itu, Fujimori menegaskan militer akan dilibatkan dalam menjaga keamanan di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi apabila diperlukan.

Peru sedang dilanda krisis keamanan yang dipicu meningkatnya aksi kelompok kriminal. Langkah Fujimori mengerahkan militer pun mengingatkan pada kebijakan serupa di era pemerintahan ayahnya.

Selain fokus pada keamanan, Fujimori berjanji memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak El Niño, menaikkan upah minimum, serta mengurangi ketimpangan ekonomi yang masih tinggi di Peru.

Fujimori tercatat sebagai presiden ke-10 Peru dalam 10 tahun terakhir di tengah gejolak politik yang berkepanjangan. Pelantikannya juga dihadiri sejumlah pemimpin dari Argentina, Ekuador, dan Chile.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button