Prabowo Ungkap Alasan Bentuk BUMN Ekspor, Purbaya hingga Luhut Dipanggil ke Istana

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan di balik pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), BUMN yang akan mengelola ekspor satu pintu untuk komoditas strategis nasional. Sebelum kebijakan itu diputuskan, Prabowo mengaku mengumpulkan jajaran Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) hingga Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk mencari solusi atas praktik kecurangan ekspor.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo mengatakan pertemuan tersebut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, serta Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama para penasihat ekonomi.
Menurut Prabowo, pembentukan DSI bertujuan menghentikan praktik under invoicing atau pelaporan nilai ekspor di bawah harga sebenarnya yang dinilai menyebabkan potensi devisa Indonesia mengalir ke luar negeri. Ia mengaku meminta pandangan para pejabat ekonomi apakah praktik tersebut harus terus dibiarkan. Hasilnya, seluruh peserta rapat sepakat untuk membangun sistem ekspor satu pintu bagi komoditas strategis milik negara.
Melalui skema tersebut, ekspor komoditas seperti nikel, batu bara, emas, kelapa sawit, hingga karet akan dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Pemerintah berharap sistem ini membuat negara mengetahui secara pasti volume ekspor, tujuan penjualan, harga transaksi, serta devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia.
Prabowo menegaskan seluruh kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia merupakan milik bangsa dan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara. Karena itu, pembentukan DSI menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola ekspor sekaligus menutup celah kebocoran penerimaan negara dari perdagangan komoditas strategis.



