Merger Anak Usaha Rampung, Mitratel Perkuat Efisiensi dan Fokus Pengembangan Infrastruktur Digital

Jakarta – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menyelesaikan seluruh proses pembelian kembali (buyback) saham milik pemegang saham yang menggunakan hak appraisal setelah pelaksanaan penggabungan dua anak perusahaan. Rampungnya proses tersebut menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam restrukturisasi internal perusahaan guna memperkuat efisiensi operasional dan tata kelola usaha.
Dalam pelaksanaan buyback tersebut, perseroan menetapkan harga pembelian kembali sebesar Rp515 per saham. Total dana yang digunakan mencapai sekitar Rp35,94 miliar, dengan pembayaran kepada pemegang saham yang berhak telah diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan perusahaan.
Penggabungan dua anak usaha ini merupakan bagian dari strategi penyederhanaan struktur korporasi. Melalui integrasi tersebut, Mitratel diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional tanpa mengubah fokus utama perusahaan sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi.
Transformasi organisasi juga dinilai penting mengingat kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia terus meningkat. Pertumbuhan layanan data, ekspansi jaringan 4G dan 5G, serta meningkatnya kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah menuntut perusahaan memiliki organisasi yang lebih lincah dan adaptif dalam merespons perkembangan industri.
Selain memperkuat efisiensi internal, langkah konsolidasi ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antarunit usaha sehingga pemanfaatan aset menara telekomunikasi dapat dilakukan secara lebih optimal. Efisiensi tersebut pada akhirnya diharapkan memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di tengah industri telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Dengan selesainya seluruh tahapan merger beserta pelaksanaan hak buyback bagi pemegang saham, Mitratel kini dapat lebih fokus menjalankan strategi bisnis jangka panjang, termasuk memperluas layanan infrastruktur digital, meningkatkan kualitas operasional, serta mendukung percepatan transformasi digital nasional.



