News

Angka 63% dan 35%: Membaca Posisi Pemerintahan Prabowo di Mata Publik

JAKARTA — Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 63 persen berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Dalam survei tersebut, sebanyak 57 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo, sedangkan 6 persen lainnya menyatakan sangat puas. Di sisi lain, 30 persen responden mengaku tidak puas dan 5 persen sangat tidak puas. Sebanyak 2 persen responden tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan tingkat kepuasan tersebut menunjukkan persepsi publik terhadap pemerintahan masih relatif stabil.

Menurut Dedi, mayoritas masyarakat masih melihat pemerintah bekerja dalam koridor yang benar karena tingkat kepuasan masih lebih tinggi dibandingkan ketidakpuasan.

Survei IPO juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap Presiden Prabowo.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor yang paling banyak disebut responden, yakni 15,7 persen. Selanjutnya, 12,5 persen menilai Prabowo terlihat aktif memberantas korupsi dan 11 persen menyebut pemberian bantuan sosial sebagai alasan kepuasan.

Sebanyak 7,2 persen responden menilai program kerja pemerintah memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.

Faktor lainnya adalah karakter kepemimpinan Prabowo yang dinilai tegas dan tidak pandang bulu sebesar 5,8 persen. Kemampuan menghadapi berbagai situasi krisis disebut 4 persen responden, sementara 3,8 persen menilai Prabowo berhasil menjaga kondisi ekonomi menjadi lebih baik. Sebanyak 3,5 persen menilai Prabowo peduli terhadap rakyat.

Dedi mengatakan temuan tersebut menunjukkan masyarakat cenderung memberikan penilaian berdasarkan kebijakan yang manfaatnya dirasakan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Meski tingkat kepuasan masih lebih tinggi, terdapat 35 persen responden yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja pemerintahan. Karena itu, IPO menilai konsistensi pelaksanaan program prioritas, perbaikan tata kelola, dan peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Survei IPO dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button