IHC Rombak Direksi, Arpan David Jadi Direktur Utama Baru

JAKARTA – PT Pertamina Bina Medika IHC atau IHC melakukan perubahan susunan Direksi. Pergantian tersebut ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Agustus 2026, dengan empat posisi di jajaran manajemen mengalami perubahan.
Perubahan paling utama terjadi pada posisi Direktur Utama. IHC menunjuk Dr. Arpan David sebagai Direktur Utama baru. Berdasarkan profil resmi perusahaan, Arpan ditetapkan melalui keputusan RUPS pada 7 Agustus 2026.
Arpan bukan sosok baru dalam industri rumah sakit. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam memimpin organisasi rumah sakit dan platform kesehatan di kawasan Timur Tengah dan Asia.
Sebelum bergabung dengan IHC, Arpan pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer di Waha Health dan Bahrain Specialist Hospital. Ia juga pernah menduduki posisi Deputy Chief Executive Officer dan Chief Operating Officer di RAK Hospital Group.
Pengalamannya mencakup tata kelola rumah sakit, pengembangan bisnis, peningkatan kinerja hingga ekspansi jaringan layanan kesehatan. Arpan memiliki latar belakang pendidikan kedokteran dari Panjab University, Healthcare Management dari Osmania University, serta Executive Diploma in Board Directorship dari Singapore Management University.
Pergantian Direktur Utama tersebut berlangsung bersamaan dengan masuknya tiga nama baru pada posisi strategis lainnya. IHC menunjuk dr. Jocelyn Adrianto sebagai Direktur Medis, dr. Kamelia Faisal sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan, serta dr. Muhammad Fahmi El Mubarrak sebagai Direktur Sumber Daya Manusia. Ketiganya juga ditetapkan melalui RUPS pada 7 Agustus 2026.
Jocelyn memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di sektor pelayanan kesehatan, terutama dalam manajemen operasional rumah sakit, pengembangan bisnis dan peningkatan mutu layanan. Sebelumnya ia menjabat Cluster Director sekaligus Director Primaya Hospital Tangerang dan pernah menjadi Hospital Director Awal Bros Tangerang.
Sementara itu, Kamelia Faisal memiliki pengalaman di industri kesehatan dan lingkungan BUMN. Ia pernah menjabat Direktur Sales dan Direktur Pemasaran PT Bio Farma (Persero), Direktur Sales & Marketing PT Indofarma Tbk, serta Komisaris PT Kimia Farma Tbk.
Adapun Muhammad Fahmi El Mubarrak memiliki pengalaman panjang di bidang Human Capital Pertamina. Sebelum masuk ke jajaran Direksi IHC, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di bidang pengembangan sumber daya manusia di PT Pertamina (Persero), termasuk SVP Human Capital Development dan VP Human Capital Subholding Upstream.
Dengan perubahan tersebut, tantangan jajaran Direksi baru tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis. IHC juga perlu menjaga kualitas pelayanan medis, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat integrasi jaringan rumah sakit serta memastikan transformasi digital dan tata kelola berjalan sejalan dengan kebutuhan industri kesehatan.
Bagi holding rumah sakit BUMN, penguatan kualitas pelayanan menjadi semakin penting karena IHC berada pada persimpangan antara fungsi bisnis dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, keberhasilan Direksi baru nantinya tidak hanya akan dilihat dari pertumbuhan pendapatan atau laba, tetapi juga dari kemampuan meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan dalam jaringan IHC.
Berikut susunan Direksi PT Pertamina Bina Medika IHC setelah perubahan 7 Agustus 2026:
Direktur Utama: Dr. Arpan David
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Dr. Alvin Christian
Direktur Komersial: dr. Harmeni Wijaya
Direktur Medis: dr. Jocelyn Adrianto
Direktur Transformasi: Ashok Bajpai
Direktur Hubungan Kelembagaan: dr. Kamelia Faisal
Direktur Sumber Daya Manusia: dr. Muhammad Fahmi El Mubarrak.



