Mengapa Penumpang Pesawat Domestik Turun? Data Terbaru BPS Ungkap Penyebabnya

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Juni 2026 mencapai sekitar 5,28 juta orang, turun 6,12% dibandingkan Mei 2026. Penurunan ini terjadi setelah periode libur panjang pada bulan sebelumnya yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa penurunan jumlah penumpang domestik merupakan bagian dari normalisasi aktivitas transportasi setelah tingginya permintaan selama masa libur. Meski turun secara bulanan, mobilitas udara nasional masih berada pada level yang relatif tinggi.
Berbeda dengan penerbangan domestik, jumlah penumpang pesawat internasional justru mengalami peningkatan. Tren tersebut mencerminkan masih kuatnya permintaan perjalanan lintas negara seiring pulihnya aktivitas pariwisata dan perjalanan bisnis internasional.
BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juni 2026 terus menunjukkan pertumbuhan. Peningkatan jumlah wisatawan asing menjadi salah satu faktor yang menopang pergerakan penumpang pada rute internasional, meskipun lalu lintas penerbangan domestik mengalami perlambatan.
Sementara itu, moda transportasi lainnya menunjukkan kinerja yang bervariasi. Pergerakan penumpang pada angkutan laut dan kereta api masih mencerminkan aktivitas masyarakat yang tetap tinggi, meski pola mobilitas berubah setelah berakhirnya musim liburan.
Data BPS tersebut menunjukkan bahwa sektor transportasi nasional masih bergerak dinamis. Penurunan penumpang pesawat domestik pada Juni lebih mencerminkan faktor musiman dibandingkan pelemahan permintaan, sementara peningkatan perjalanan internasional mengindikasikan terus pulihnya konektivitas Indonesia dengan pasar global.



