
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) resmi mengangkat Ony Suprihartono sebagai Komisaris setelah yang bersangkutan memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.
Persetujuan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-81/D.05/2026 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Ony Suprihartono. Tugu Insurance menerima hasil penilaian tersebut pada 9 September 2026.
Pengangkatan Ony sebelumnya telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tugu Insurance pada 29 April 2026. Dalam keputusan tersebut, masa jabatan Ony sebagai Komisaris berlaku sejak tanggal ditetapkannya hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan oleh OJK.
Dengan terbitnya persetujuan OJK, Ony Suprihartono efektif menjabat sebagai Komisaris Tugu Insurance sejak 8 September 2026.
Dalam RUPST 29 April 2026, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris perseroan. Susunan tersebut menempatkan Abdul Ghofar sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen, Clifford Patrick Wuisan sebagai Komisaris, serta Ony Suprihartono sebagai Komisaris. Pengangkatan Clifford dan Ony pada saat itu masih menunggu hasil penilaian OJK.
Ony Suprihartono merupakan pegawai negeri sipil pada Kementerian BUMN. Berdasarkan materi RUPST Tugu Insurance, ia lahir pada 31 Desember 1969 dan memiliki latar belakang pendidikan Akuntansi dari Universitas Jenderal Soedirman serta Magister Manajemen dari Universitas Gadjah Mada.
Dalam perjalanan kariernya, Ony pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris PT Kawasan Berikat Nusantara pada 2009, Komisaris PT Jaminan Kredit Indonesia pada 2013–2018, serta Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) pada 2016–2021.
Tugu Insurance merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero). Dalam kinerja tahun buku 2025, perseroan mencatat pendapatan jasa asuransi konsolidasian sebesar Rp9,11 triliun, naik dari Rp7,46 triliun pada tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi juga meningkat dari Rp736 miliar menjadi Rp1,02 triliun.



