Pertamina Tuntaskan Tiga Jalur Pipa Bawah Laut, Perkuat Keandalan Produksi Migas Nasional

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menyelesaikan pembangunan dan peremajaan tiga jalur pipa minyak dan gas bumi (migas) bawah laut dengan total panjang 21,24 kilometer. Proyek strategis tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat keandalan infrastruktur energi sekaligus menjaga kesinambungan produksi migas nasional.
Ketiga jalur pipa yang telah beroperasi tersebut menghubungkan sejumlah anjungan produksi di wilayah lepas pantai utara Jawa. Infrastruktur baru ini dirancang untuk meningkatkan keamanan operasi, mengurangi risiko gangguan distribusi, serta memastikan aliran minyak dan gas dari lapangan produksi menuju fasilitas pengolahan dapat berlangsung secara lebih andal.
Penyelesaian proyek ini juga menjadi langkah penting dalam modernisasi fasilitas migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Dengan mengganti jaringan pipa lama menggunakan teknologi yang lebih mutakhir, Pertamina berupaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus meminimalkan potensi kebocoran maupun risiko terhadap lingkungan laut.
Pelaksanaan proyek menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan. Instalasi pipa dilakukan di kedalaman laut puluhan meter dengan menerapkan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat. Berkat koordinasi lintas tim dan penerapan prosedur keselamatan secara disiplin, proyek berhasil diselesaikan tanpa insiden Lost Time Injury (LTI), mencerminkan tingginya standar keselamatan kerja di sektor hulu migas.
Keberadaan jaringan pipa baru ini diharapkan mampu menjaga kelancaran produksi migas dari lapangan lepas pantai yang menjadi salah satu penopang pasokan energi nasional. Selain meningkatkan keandalan operasi saat ini, investasi pada infrastruktur bawah laut juga menjadi fondasi penting bagi pengembangan lapangan migas di masa mendatang.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE terus memperkuat investasi pada infrastruktur strategis untuk menjaga ketahanan energi Indonesia. Modernisasi jaringan pipa, peningkatan fasilitas produksi, serta penerapan teknologi yang lebih aman menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memastikan pasokan minyak dan gas bumi tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.



