Rosan Lapor Progres Perampingan BUMN, dari 1.077 BUMN jadi 350 BUMN Gabungkan Usaha Finansial hingga Logistik
Jakarta – CEO Danantara Rosan Roeslani membeberkan sejumlah progres perampingan jumlah BUMN di Indonesia. Rosan mengatakan sejumlah lini usaha seperti keuangan hingga logistik telah dirampingkan. Hal itu disampaikan Rosan setelah menggelar rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (27/7/2026) di Istana Negara. Rosan mengatakan dalam rapat tersebut dirinya melaporkan sejumlah perkembangan terkait dengan Danantara.
“Di antaranya juga kami update streamlining dari perusahaan-perusahaan BUMN. Pokoknya akhir bulan ini streamlining kan sudah 250 [BUMN] bahkan bisa lebih dari 250 perusahaan,” kata Rosan.
Rosan menjelaskan sejumlah penggabungan BUMN yang telah dilakukan Danantara adalah penggabungan usaha asset management di perbankan, termasuk PNM. Penggabungan pun telah dilakukan di bidang logistik. Lalu, Danantara pun akan mengakselerasi segmen usaha rumah sakit serta perhotelan. Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah bergeliat memangkas jumlah BUMN.
Prabowo mengatakan bahwa Danantara telah memangkas 250 BUMN dalam 18 bulan pertamanya. Kemudian, Prabowo menjelaskan bahwa Danantara menyanggupi untuk memangkas 700 BUMN hingga akhir tahun ini.
“Mereka [Danantara] menyanggupi laporan ke saya, ‘Pak, Desember 31 tahun 2026 jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350’. Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi. Berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350,” jelas Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa dalam penutupan 250 BUMN sejauh ini, terdapat efisiensi atau dana yang diselamatkan sebesar Rp50 triliun berasal dari gaji direksi, komisaris, biaya listrik, hingga transportasi.
“Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa-bisa mendekati Rp70-Rp80 triliun,” ujarnya.



